Sabtu, 24 Juli 2010

Musik India

Permulaan dan inspirasi bagi musik India adalah memuja para dewa dan dewi. Menurut legenda, dewa Shiwa yang menciptakan suara, irama, dan tari-tarian yang lalu Ia turunkan lewat orang bijak dan diajarkan kepada manusia. Seorang guru yang bernama Narada adalah seorang musisi spiritual dan penyanyi yang menulis buku risalah tentang musik naradasiksa. Guru bernama Barata yang menulis Natyasastra yang berisikan tentang musik, tarian dan drama.

Sebuah tradisi yang sejak dulu tidak tertulis sangat sulit untuk dilacak untuk dievaluasi. Namun sumber-sumber musik India kuno dapat ditemukan di Sarna Verda. Berisikan ikhtisar dari nyanyian-nyanyian yang dinyanyikan jaman dulu oleh pendeta brahma kepada dewa-dewi vedic.(sekitar 100 – 600 BC) Sarna Verda juga menjelaskan tentang 7 not dalam scale dan 3 macam instrumen. Yaitu Vina (instrumen musik dengan 7 senar), Veni (suling), dan dundubhi (drum).

Setelah periode vedic, memasuki periode klasik India muncul adanya teori mengenai grama (scale), murchanna (modes), dan jati (spesies). Musik secara bertahap menjadi lebih terarah dan kompleks.sebelum era Kristen musik telah berkembang sebagai musik sekuler di India.

Kehadiran agama islam juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan musik di India di mana terjadi peleburan dua budaya yang berbeda yaitu India dengan budaya Persia, Arabia, sampai Mesir. Jenis musik baru dan alat musik baru bermunculan. Di era inilah instrumen Vina berkembang menjadi Sitar. Salah satu hal yang paling menarik dari perkembangan musik di periode islam adalah penggabungan seni musik dengan seni lukis.

Raga

Dalam pengertian barat, raga berarti “ a work of art in which the tune, the song, the picture, the colours, the season, the hour and the virtues are so blended together as to produce a composite production to which the west can furnish no parallel.”

Raga adalah basis dari melodi dalam musik India dan menggantikan scale barat. Raga merupakan inti dari sebuah lagu yang mana kemudian seorang guru mengajarkan muridnya untuk berimprovisasi di atas tema lagu tersebut. Setiap lagu memiliki raga yang berbeda dan masing-masing mendefinisikan mood dari lagu tersebut. Kadang dalam sebuah lagu terdapat beberapa jenis raga.

Raga memiliki 3 not dasar yang penting: graha not pertamanya, nyasa atau not terakhir, dan amsa adalah not yang predominan di dalam raga itu sendiri yang menentukan jiwa dari raga. Baik atau tidaknya raga ditentukan oleh kreatifitas dan inspirasi si pembawa, karena musik India ini tidak tertulis. Jadi musisi India selain performer juga merangkap komposer. Selain itu lirik tidak begitu penting dalam raga, karena raga lebih mengutamakan mood yang dihasilkan karena lagunya daripada menceritakan sebuah cerita lewat kata-kata. Penggunaan kata-kata hanya untuk memperindah lagu tanpa terlalu memperdulikan maknanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar